When Your Imagination Take You Somewhere Else..

Hari ini pas pulang sekolah, sepertinya gue berimajinasi terlalu banyak.. terlalu banyak dan dalam.. Such a scary future back there...

have you think of what is like to be... deaf?

if misalnya lo udah keterima 'undangan' dan beberapa detik setelah itu lo kena kecelakaan dan gak bisa ngelanjutin sekolah. Karena percuma, gak ada yang nerima orang cacat kayak elo..

Lalu lo terbaring di ranjang rumah sakit, dengan harapan yang udah pupus. Lo bisa ngeliat, lo bisa merasa, kulit lo alhamdulillah masih berfungsi. Tapi semua hening. Kayak nonton tv bisu tahun 50-an. Hanya alhamdulillah gak hitam putih.

Lalu temen-temen lo dateng, bawa parcel plus bunga, say hi ke elo. Masih melakukan hal yang udah terbiasa, nyapa. Tapi guess what? Lo bahkan gak bisa denger mereka lagi. Dan lo cuman bisa "hm?" dengan volume yang membuat temen-temen lo berkerut alis. Aneh mungkin. Tapi lo aja nggak bisa ngerti seberapa besar volume suara lo. Lalu mereka baru sadar kalo lo bukan seperti mereka lagi dan bukan seperti dulu lagi.

Lo ngambil secarik kertas di deket lo dan nulis, "Temen-temen makasih udah datang. Maaf aku gak bisa denger kata-kata kalian. Padahal pingin denger suara kalian." Lalu lo sodorin kertas itu ke depan mereka. Dan satu persatu dari mereka mulai menangis. Mundur keluar karena gak kuat ngeliat keadaan temannya.

Lalu diantara mereka ada yang ke samping elo dan nanya, tapi mereka lupa lo gak bisa denger, lalu mereka nulis di kertas lo, "[NAMA], mau dipeluk?" Tapi lo geleng dan nulis, "nanti aku nangis," sambil terkikik kecil. Nyembunyiin perasaan lo. Lalu lo balas, "[NAMA TEMAN], mau dipeluk?" dan temen lo itu langsung meluk lo sambil nangis di dekapan lo.

Lo berusaha kuat. Lo ngotot ke diri lo sendiri kalau lo gak lemah. Liat orang-orang yang sama seperti lo yang lain, yang udah menginspirasi dan bisa berguna bagi masyarakat banyak. Lo pingin jadi orang seperti itu. Dengan harapan orang-orang yang mencintai elo bangga sama elo. Dengan harapan ada orang yang tetep mau mencintai elo karena pancaran kekuatan yang tergambar dari kilau mata lo. Dengan harapan dengan raga lo yang kayak sekarang, lo masih bisa ngelanjutin hidup, sampai tiba saatnya...

Dan lo berusaha dan berusaha untuk menemukan apa sih arti lo di  dunia ini kalau udah jadi seperti itu? Apa yang membuat lo bukan sampah atau hanya sekedar tulang dan seonggok daging?

Lalu lo menemukan harapan dan sadar,

Lo masih bisa melihat ciptaan Tuhan yang berwarna dan indah di luar jendela. Langit. Awan. Matahari. Dan lo menangis melihat mereka yang selama ini lo abaikan, ternyata sekarang malah menemani lo dan terlihat 10 kali lebih indah dan bercahaya. Lo baru sadar dan akhirnya untuk pertama kali bisa melihat kebesaran Tuhan di sana.

Hanya karena lo gak bisa mendengar dan mata lo sekarang melihat dengan perasaan. Bisa memperhatikan hal-hal yang lebih kecil dengan detail. Karena hati lo menyuruh lo begitu. Lalu lo melihat buku di depan lo. Jurnal atau diary yang selama ini lo bawa. Dan lo memutuskan untuk menulis di sana.

Teruslah menulis. Karena walaupun tulisan itu nggak bisa ngomong, tapi dia bisa menggerakan hati orang. Lo berdoa agar tulisan lo bisa berguna bagi orang banyak. Dan lo terus melakukan itu sampai bertahun-tahun lamanya.

Dengan bantuan dukungan dari keluarga lo, teman-teman lo, dan diri lo, akhirnya lo bertahan. Persetan dengan semua cibiran yang dipanah ke arah lo. Lo kuat. Dan akhirnya lo tau tujuan hidup lo. Paling gak lo mau menginrspirasi banyak orang dengan kegigihan elo. Meskipun lo gak bisa nerusin sekolah lo bakal berusaha baca segala buku untuk bisa menjadi dokter untuk diri lo sendiri. Lo berusaha gak menyusahkan orang lain dan membuat karya untuk dunia ini.

Dan lo membuat tujuan akhir hidup lo.

Hidup di dunia ini gak cuman sekedar nyari harta, jabatan, atau peran. Lo hanya perlu berbuat baik, menerima segala rezeki, jodoh, dan umur yang udah di tentukan untuk lo, dan meninggal dengan bahagia dan baik.

Lo masuk surga.

Selesai.

Amin.

6525920719_97659f7173_o

Slip of a theatre cup

Teater_slta_40
one of the most touchable scene i found in all of the photos i found in a blog. I'm not certain what is the title of it but i know a group of theater club from a high school in Jakarta performed it. I didn't get the chance to watch it live. But I think its nice :)

I hope my group can perform a great show such as that in GK later^^ Amiiin..

Go teater 70!

Hamtaro_g_031

Being a Cinderella for a momment

Moda-princesas-vogue-03_large

ignore the picture. its only for first entertainment.

Akhirnya, lebaran sudah dekat di depan mata! (less than a week for happy eating^^) Sekolahku sudah libur dan Peper VG telah sukses menjadi penutup masa puasa kita di sekolah dengan sempurna. Gak nyangka juga udah 1 bulan lebih di sekolah, dan berarti bulan besok udah bisa ke kantin. :P

Oh iya, Peper VG sukses loh! Acaranya di rooftop (oke punya B] )Alumninya yang dateng banyaaak^^ padahal dikira gak ada yang dateng. Mereka keren-keren banget lagi..T.T Dan makanannya banyak banget walaupun masih banyak yang belum dikeluarin. apa jangan-jangan aku yang gak dapet?? Trus yang paling memorable adalah pas perjuangan berdiriin background panggung. 5 jam gak jadi-jadi, bayangin! Tapi akhirnya masalah terselesaikan karena mas-mas katering yang berani banget.

Hmm.. apalagi ya? Pokoknya rundown acara sebelum hari ini adalah:

-awal masuk: rada lupa. belajar, pr, tugas kelompok bhs.indo (jadi presenter tuh susah..), heboh petasan di tangga (malu gila! tapi asyiiik XD), mba bel dikerjain ama kakak kelas :P (tukeran sepatu, butut abis!), ngumpul VG dan akhirnya ikut deh! Ini pokoknya masa-masa perkenalan sama sekolah.

-tahap selanjutnya: mulai kenal sama eskul dan kakak-kakaknya. Ada Padus, PKC, Trads, Pusdok, Teater, VG, dan mereka sering datengin kelas untuk promosi. Tapi aku selalu gak dapet bagian karena harus tes CIBI. Tapi jadi aman sih^^. Sampai sekarang, akhirnya aku ikut Teater dan VG. Sebenernya udah di data juga buat Trads, tapi Trads juga audisi kok. Kalo ternyata gak masuk ya g termasuk. (aku bakal mencoba yang terbaik di audisi nanti, tapi yang bikin aware tuh pepernya.)

-Lebih masuk: Kenal perpus (sayang belum boleh minjem karena belum punya kartu), kenal ruang musik, kenal ruang guru, kenal upacara, dsb, kenal lantai agit*(karena Tes CIBI di sana. kalo ngeliat ke luar jendela kayak nonton HD. asli!) Trus dikenalin deh sama Peper. Acara turunan yang semua eskul di 70 ngadain. Requestannya: banyak! (tapi alhamdulillah vg angkatanku berhasil menjalankannya :] )

-1 bulan berlalu: Ada Sanlat! Acaranya di Wisma Haji Ciloto dan di sana dingiiiiiiiin banget. Per-kamar diisi oleh 10 peserta dan aku dapet kamar 210. Temen sekamarnya masih yang sekelas dan kamar kita rapih banget ;) Penanggung jawabnya Kak Ai. Di sana acaranya banyak, Fun, dan lumayan berkenang. Katanya angkatanku sanlatnya sukses loh! dan 10 anak dapet nilai A, yang sisanya B. Memuaskan deh! Trus, aku ikut MTQ!!?? Rasanya? Haah... lupakan saja -_-

-Habis itu: sibuk belajar sambil puasa lagi, Meike, Aginta, Anggi, dan Aretha pada sibuk neleponin kakak kelas sama alumni buat peper (aduh! lucu bangeeet X) ) , pas 17-an libur*, matengin buat peper, dan peper deh!

Sebenernya masih banyak juga rundown acara yang gak kutulis. Singkat kata aku gak ikut makrab, peper pasti ikut, trus katanya mau ada pertas tapi gak terlalu jelas sih kabarnya. Oh iya, aku juga udah pindah CIBI di hari terakhir. Dan di awal masuk CIBI itu kelasku malah nonton Sherina. Habis gak ada guru! :P

Lalu.....

 

Mulai deh jadi Cinderellanya. Maaf ya, cerita awalnya panjang banget.

Jadi, karena mba-mba pada pulang. Aku dan Nissa pun jadi yang jaga rumah deh, karena ortu pada pergi kerja. Kita nyapu, nyiram, ngepel, nyuci, ngelap, ngunci, nyetrika, matiin dan nyalain lampu, dan MASAK! Dan ternyata itu semua gak sesusah yang dikira. Sampai saat ini kita berhasil masak tumis, sop jagung+wortel+bakso+daun bawang, tempe mendoan, nuget, dan makanan yang rada gampang lainnya. Kemarin gak jadi bikin sarden karena gak keburu. Dan hari ini rencananya bikin nasi goreng. well, good luck for that!

Oh iya, aku juga nemu game baru! keluaran John Wizard Games dan judulnya Dawn's Light. Addictive banget nih! hehe....

terus, nemu web baru: weheartit.com

Weheartit
(for those who find it 'heart-much' for inspiring pictures and photos.)

Well, enough for today. Keep hoping of better tommorow!

 

Naik Jabatan, New Journey

263242_2061515910719_1629338749_2006144_3188024_n
Kalo dalam kerja, namanya naik jabatan. Kalo dalam term aku, namanya NAIK KELAAAAS!!^^ Kemana? Ke SMA!!! Which mean apa? Aku: LULUS!!!!! YAhooooooooo....! ^.^

Untuk kalian yang belum tau, aku telah lulus dari smpn 19 ku tercinta. Di mana masa-masa seru, sedih, dan lucu, terekam dalam dinding-dindingnya. Dan angkatan 22 (Love this number even though I'm not included in it) lulus 100% :) dan IBAM, jadi salah satu nem tertinggi di jakarta. WEESSS, Good job, bro! Nem ku 38.50. B ing ku sempurna. MTK dan IPA ku nanggung. Sebel banget, gara-gara masalah lensa&optik itu, aku nggak bisa membuat bangga Pak Syauqi sefullest nya. Tapi semoga Pak Syauqi gembira dengan hasil kami. As for B. Indo. Maaf banget Bu, saya paling jelek di situ.. (gimana sih, bahasa sendiri -_- )

Terbebas dari semua itu, aku bersyukur dapat lulus dan meneruskan jenjang pendidikan ke SMA, dan asal kalian tau, tes SBI masuk SMA unggulan itu rempong gila. Aku mendaftar di SMAN 70 Jkt, dan bolak balik ke sananya banyak banget. Still, asik sih^^ Dan ketemu banyak temen baru juga! Ada temen lama, temen sekarang, temen baru, dan banyak koneksi-koneksi lainnya. Tapi data yang diminta banyak banget! Dan gak dilupa juga, sekolahnya gede banget...

Setelah berentet tes yang aku lalui, akhirnya aku pun bisa MASUK KE SMAN 70 ^^

---

Capture

To be honest, Masuk ke 70 gak mudah. Dan bertahan di 70 lebih gak bisa dibilang mudah juga /:) Dari kegiatan MOS, anak-anak baru bahkan udah dikasih secuil gambaran gimana 'aturan jalan' sma spesial itu sebener-benernya. Kita juga udah disiapin mental selama 3 hari itu. Dan memang gak bakal ada sma yang kayak 70. And most of them make fear of it.

Tapi di balik semua itu, aku tau banyak banget peluang di 70 untuk ngedapetin hari-hari yang gak biasa, seru, lucu, dag dig dug, dan gak ketinggalan, capeknya. Kegiatan ekskul di sini tuh se-abreg tapi menarik semua. Kumpulnya sering tapi bikin badan lemes juga! plus pr yang gak neko-neko T-T. Nah, kalau urusan temen, bukan masalah. Langsung dapet banyak dan solid banget seangkatan!

Walaupun jadi anak utas banyak aturannya, tapi aku sih blend in aja! karena aturan itu gak susah-susah banget kok. itu juga gak semuanya buruk kok. Kalo kata kakak, jangan diambil pusing, nikmatin aja masa kalian. Dan kalo menurut aku sih, sekolah di sana enak-enak aja (emang jarang di kerjain sih!). And most of all,

Because here, we search for the memories

Di sini, semua tentang pilihan. Jalan kamu akhirnya ada di tangan kamu sendiri. Makanya aku selalu berdo'a ditunjukin jalan yang benar. (sok alim nih?) Dan bisa menikmati setiap masanya di sma ini.

Jadi, tunggu post-postan ku selanjutnya, dan semoga aku bisa ngepost rutin di sini tanpa kebingungan bagi waktu. Trus, aku gak bakal make a.k.a lagi. Harus bangga akan nama sendiri!

Sudah dulu yaa... sampai jumpa di lain waktu :)

Nuri

First_meet_with_wall_e_by_800zz

Sulit untuk menemukan anak yang mau menyapa duluan hari gini. Bahkan aku termasuk salah satunya (yang sulit menyapa duluan).

Aku gak tau benar tentang burung nuri. Apakah dia cantik? Sering menyapa? Ceria? sering tersenyum? (memangnya burung tersenyum?) Entah.. Tapi kalau Nuri yang satu ini, Aku tau.

Sebenarnya kita kenalan gak jauh lama. Baru beberapa jam terakhir malah! Waktu itu aku pulang sekolah. Memakai seragam muslim karena hari ini hari jum'at. Kira-kira waktu itu masih jam 11 siang. Aku baru turun dari angkot dan meneruskan perjalananku dengan berjalan kaki. Lalu dari suatu gang sedang di sebelah kiri ku, si Nuri itu keluar.

Seorang gadis muda yang berkerudung dan memakai seragam sekolah juga. SMP. Yang mencolok adalah, ia tersenyum!

Aku baru satu semester ini pindah ke daerah baru ini. Jadi tidak banyak pula orang yang ku kenal. Ibu-ibu, bapak-bapak, maupun anak-anak yang kebanyakan masih kelas 4 atau 5 SD. Karena tidak terlalu pede untuk ikutan obrolan-obrolan mereka, aku pun biasanya tersenyum saja atau sekedar lewat. Yang penting tidak menunjukan sikap sombong dan meremehkan. Tapi aku terkejut ketika hari ini, gadis itu keluar dan memberikan senyuman innocent dan tulusnya.

Setelah tersenyum, ia meneruskan jalannya, yang kebetulan searah denganku.

Aku sempat berpikir kalau ia tersenyum ke seseorang dibelakangku. Tapi setelah beberapa langkah berjalan, ia menoleh ke belakang dan tersenyum lagi kepadaku. Aku tentu saja membalas senyumnya balik. Sampai di depan mesjid, barulah ia menoleh lagi padaku, tersenyum, dan kali ini menyapaku.

"Dari SMP 19, ya?"

"Iya." aku jawab. Sepertinya ia melihat dari bet SMP ku yang terpapar jelas di seragam. "Kamu dari mana?" aku tanya balik.

"Dari SMP 31." Ia menyebutkan SMP yang lumayan dekat dari sini.

"Kelas berapa?" tanya dia lagi.

"Kelas 9." jawabku. "Kamu?"

"Kelas 1." jawabnya sambil tersenyum agak malu. Mungkin karena ia baru sadar aku lebih tua darinya. Selama ini dia tidak memakai kata hormat seperti 'kakak', tapi aku menganggapnya biasa. Sudah bagus dia bisa inisiatif menyapa duluan.

"Oo.., mau ke sana (SMP 31), ya?" tanyaku.

"Iya."

"Masuk siang?"

"Iya."

Aku mengangguk. "Eh, namanya siapa?" tanyaku.

"Nuri." jawabnya anggun.

*Komenku: Cantik... Namanya cantik sekali. Anaknya juga^^. Apalagi sifatnya ^_^*

Lalu dia bertanya lagi. Kali ini lebih sopan. "Kakak rumahnya dimana?"

Kebetulan banget saat itu sudah saatnya aku berbelok ke kanan. Sedangkan setahu aku SMP 31 arahnya lurus. Aku menyayangnkan dan tersenyum padanya. "Hehe.. ke sana." tunjukku ke cabang jalan di depan. Lalu tanpa aba-aba kita berpisah. Sebelum benar-benar berpisah ia menengok kepadaku lagi dan kami akhirnya menyudahi percakapan dengan lambaian tangan.

Sesuadah perpisahan itu. Aku menghayal-hayal kapan kita bisa bertemu lagi. Karena anak itu sangat friendly dan menyenangkan. Sulit untuk menemukan anak yang mau menyapa duluan hari gini. Bahkan aku termasuk salah satunya (yang sulit menyapa duluan). Dan aku pun kagum pada Nuri yang berani dan dapat dengan ramahnya menyapaku tadi. Sepertinya tidak susah.

Anak seperti itulah yang akan menjadi 'kembang' nanti. Punya banyak teman dan pasti disayang. Semoga aku bisa menjadi seperti dia. Belajar darinya. Anak manis yang bernama Nuri itu.

B8c73c4b4820ed3016a9312603b0357d-d2zyaem

You are what they see

"gak papa gak papa. dia juga gak bakal ngeliat kamu al. its just a tiny part of the shot that's not even the part of focus obry had given. still,..."

dengan kalimat penghibur itu aku menenangkan diri sehabis melihat foto kelas yang dipotret obry--fotorafer freelancernya sekolah--yang menyisipkan figure jelas aku di bagian kiri tepi foto. Aku jarang difoto memang. Aku bahkan menganggap diriku gak fotogenik banget. Tapi itu.. bahkan gak fotogenik lebih bagus. Itu memperlihatkan sosok angkuh aku banget! Padahal aku gak merasa aku sedang angkuh sama sekali di sana. Apa aku terlalu pintar akting sampai salah memperlihatkan isi hatiku?

gara-gara itu aku inget patra big bro yang dibilang selalu akting. i'm not that kind of guy right? Apa aku angkuh? aku takut...

Trus.., aku inget pepatah:

orang lain menilaimu dari apa yang kita lakukan dan perlihatkan, bukan yang kita tau dan rasakan.

meskipun ia seorang raja, jika ia berpakaian, berkelakuan, dan memperlihatkan diri seperti rakyat miskin, ia akan tetap dianggap sebagai rakyat miskin. 

therefore i have to become a nicer person. kalau enggak, aku mungkin akan dicap seperti yang aku gak mau. 

----nit---

<suasana hati yang lagi galau berubah total>

OMgod, tadi lucu banget. Ada anak cowok yang ngetok ngetok pintu kamar. seru banget lagi  ngetoknya--kayaknya buru-buru. dikirain ayah. ternyata bukan. cowok rambut ikel, lebih tinggi (*sial!), dan kayaknya sih pernah liat(??).aku bengong sambil bukain. kok petugas pake baju santai?? dia sama-sama bengong. pas liat keadaan di dalem kamar langsung bilang,

"eh, sori, salah kamar.."

trus langsung pergi. aku senyumin aja sambil bilang, "oh..iya.."

Buat COWOK yang tadi ngetuk: Makasih telah menghibur ku!^^

eh ngomong-ngomong, aku harus ngebiasain bales 'gak papa' kalau ada yang bilang maaf. haduhh! belajar ngomong bener, al!

-Hotel Mercure Ancol